Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Beli Asuransi Pendidikan Anak

Pertimbangan yang matang sangat diperlukan sebelum Anda membeli asuransi pendidikan untuk anak. Jangan sampai Anda membeli asuransi pendidikan, hanya karena hal tersebut sedang jadi tren, di kalangan teman-teman Anda. Ragam pertimbangan berikut ini wajib Anda lakukan sebelum membeli asuransi pendidikan, agar pilihan Anda nantinya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

  1. Kemampuan Finansial Rumah Tangga Anda

Kemampuan finansial merupakan hal yang pertama kali harus Anda pertimbangkan, sebelum membeli asuransi pendidikan anak. Lihat dulu bagaimana selama ini pemasukan dan pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga, baik untuk kebutuhan makan sehari-hari, pendidikan, dan lainnya. Dengan begitu, Anda bisa mengestimasi dana yang bisa dipakai untuk membayar premi asuransi.

Anda bisa mendapatkan dana tambahan untuk membayar premi, dengan mengeliminasi pembelian barang yang sebenarnya tak terlalu dibutuhkan. Jika selama ini Anda cukup boros dalam membelanjakan anggaran, kontrol sedikit hasrat Anda untuk berbelanja, terutama saat ada diskon. Buat daftar prioritas Anda, mana kebutuhan yang wajib untuk didahulukan dari kepentingan lainnya.

Membuat tabulasi pemasukan dan pengeluaran ini, tak hanya membantu melihat kemampuan finansial, namun juga membuat Anda lebih baik dalam mengelola keuangan. Anda bisa melihat pengeluaran di sektor mana yang harus dikurangi bahkan dihilangkan. Dengan melakukan ini pasti Anda menemukan dana tak terduga dan bisa digunakan untuk kepentingan lain, seperti asuransi pendidikan.

Saya sendiri telah mencobakannya, dengan rutin mencatat pengeluaran yang saya lakukan per bulan. Hasrat belanja yang sering membuat pengeluaran membengkak, saya antisipasi dengan menghapus aplikasi belanja online di ponsel. Walau awalnya terasa berat, namun makin ke sini, saya mulai merasakan manfaatnya. Sisa pendapatan bulanan mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.

  1. Kualitas Penyedia Jasa Asuransi Pendidikan

Jangan karena langsung percaya iming-iming pihak asuransi, Anda langsung saja mengiyakan untuk membeli asuransi pendidikan di sana. Bisa-bisa Anda membeli kucing dalam karung atau terperdaya dengan penipuan yang dilakukan oleh pihak asuransi abal-abal tersebut. Bukannya mendapat uang pertanggungan, premi yang rutin Anda bayarkan pun dapat dibawanya kabur.

Kejadian ini kebetulan sekali memang terjadi pada ibu saya sendiri, di mana ia tak bisa melakukan klaim atas asuransi jiwa yang selama ini dicicilnya. Agen asuransinya menjadi susah untuk ditemui, saat ibu saya akan melakukan proses klaim tersebut. Walau jumlahnya uang pertanggungan yang mungkin didapat tak begitu banyak, namun tetap saja ibu saya sebagai konsumen telah dirugikan.

Anda tentu tak ingin mengalami hal yang sama dengan ibu saya bukan? Maka dari itu, periksalah dulu kualitas pihak penyedia asuransi pendidikan. Pastikan pihak penyedia jasa asuransi pendidikan telah memiliki izin resmi dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda bisa langsung kok mengeceknya di situs resmi OJK, itu akan sangat membantu dan juga praktis digunakan.

Selain itu, lihat juga review atau testimoni yang ditinggalkan pelanggan atas kinerja pihak asuransi tersebut. Caranya pun sangat mudah, biasanya komentar-komentar tersebut ditulis di situs pihak asuransi, serta ada milis khusus yang membahas tentang pelayanan asuransi. Cara yang lebih mudah lagi adalah dengan menanyai teman Anda yang kebetulan telah menggunakan jasa asuransi tersebut.

  1. Besaran Premi dan Jumlah Uang Pertanggungan yang Diberikan

Pertimbangan selanjutnya sebelum Anda memilih asuransi pendidikan adalah besaran premi yang harus Anda bayarkan. Saat ini, sudah tersedia asuransi pendidikan dengan biaya yang cukup terjangkau. Sesuaikan premi dengan kemampuan finansial yang telah Anda hitung sebelumnya tadi. Kalkulasikan dengan baik, agar nantinya premi asuransi tak membuat anggaran rumah tangga Anda jadi defisit.

Jangan paksakan diri untuk membeli premi yang mahal, jika memang tak mampu untuk membayarnya. Jika Anda memaksakan diri, bisa-bisa Anda sendiri yang kesulitan nantinya untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga Anda. Inginnya sih jadi tenang dan tak dipusingkan lagi biaya pendidikan, namun yang terjadi malah Anda tambah pusing memikirkan pemasukan tambahan.

Selain premi, Anda juga harus mempertimbangkan besarannya uang pertanggungan yang akan diberikan pihak asuransi untuk menjamin pendidikan anak kelak. Pilih asuransi yang menawarkan uang pertanggungan sesuai dengan premi dan bisa menutupi biaya pendidikan anak Anda di masa depan. Jika uang pertanggungannya terlalu kecil, pertimbangkan penyedia asuransi pendidikan lainnya.

  1. Proses Klaim untuk Uang Pertanggungan

Anda tentu tak ingin melewati proses yang berbelit-belit, untuk bisa mencairkan dana asuransi pendidikan tersebut. Apalagi jika kebetulan dana tersebut dibutuhkan untuk keperluan yang sifatnya tiba-tiba. Pilihlah penyedia asuransi yang sifatnya fleksibel dalam hal pencairan dana. Alhasil, Anda dapat merasakan manfaat dari cicilan asuransi pendidikan yang selama ini Anda bayar rutin.

  1. Ragam Manfaat Tambahan Selain Biaya Pendidikan

Saat ini, sudah tergolong umum bagi penyedia jasa asuransi pendidikan untuk menambahkan manfaat lain dalam asuransinya tersebut. Misalnya jasa perlindungan atas jiwa dan kesehatan bagi si pemegang polis. Jika sekiranya pemegang polis meninggal dunia, maka sejumlah dana pertanggungan akan diberikan pada ahli warisnya. Asuransi pun tetap berjalan sesuai kesepakatan, walau cicilan premi tak lagi dibayarkan.

Jamin Pendidikan Anak di Masa Depan dengan Asuransi Pendidikan Sequis

Untuk membantu lebih banyak lagi anak di Indonesia mengecap pendidikan dengan layak, tanpa hambatan, Sequis hadir dengan layanan asuransi pendidikannya. Asuransi pendidikan Sequis menawarkan beberapa tipe asuransi, dengan jumlah premi dan uang pertanggungan yang variatif, serta jangka waktu pembayaran premi dan tanggungannya. Tinggal Anda pilih yang sesuai kebutuhan.

Terdapat empat jenis asuransi pendidikan Sequis yang bisa Anda pilih, yaitu Edu Plus, EduPlan, EduPlan Insurance, dan TelePro Beasiswa Berjangka. Saya sendiri menaruh minat pada asuransi pendidikan TelePro Beasiswa Berjangka dari Sequis ini, karena preminya yang lumayan rendah. Besaran cicilan premi yang harus dibayar setiap harinya jika dikalkulasikan, mulai dari Rp6.500 saja.

Premi ini nantinya wajib dibayar selama 8 tahun penuh, baik secara bulanan ataupun tahunan. Sebagai gantinya, pemegang polis akan diberikan masa pertanggungan selama 18 tahun lamanya. Besaran uang pertanggungan (UP) TelePro Beasiswa Berjangka ini cukup variatif, dikarenakan perbedaan premi plan. UP paling kecilnya berjumlah Rp15.000.000, sedangkan yang paling besar mencapai Rp100.000.000.

Jika sekiranya anak Anda sebagai tertanggung mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan nyawa, maka ahli waris berhak atas 150 persen UP. Jika penyebab meninggal bukan disebabkan karena kecelakaan, misalnya karena sakit parah, maka UP yang akan dibayarkan berjumlah 125 persen. Total manfaat dana pendidikan yang bisa diterima adalah sebesar 150 persen dari UP.

Membeli asuransi pendidikan tak boleh asal-asalan, perhatikan dulu kualitas dari penyedia asuransi tersebut. Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan jasa asuransi tertentu, pertimbangkan dulu beberapa poin sebelumnya, apakah semuanya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Semakin matang pertimbangan Anda, akan semakin sesuai asuransi pendidikan itu dengan keinginan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *