Tali Pancing Kuat dan Tidak Mudah Putus, Ternyata Ini Alasannya!

Memancing menjadi aktivitas yang amat menyenangkan. Banyak sekali penghobi memancing yang memiliki komunitas dan kemudian kerap mengadakan perburuan ikan bersama. Ya, selain bisa melepas stres, pergulatan dengan ikan adalah salah satu sensasi yang selalu diburu para pemancing ini. Kesabaran dan ketelatenan, serta teknik yang baik tentu wajib dimiliki oleh para pemancing. Mungkin Anda kerapkali melihat pemancing yang sedang berkelut dengan ikan super besar. Tentu Anda kerapkali berfikir, mengapa tali pancing  yang begitu tipisnya mampu memiliki kekuatan yang super besar.

Senar pancing memang berbeda dengan senar biasa dimana mampu menarik berat sampai ke angka 250 kg atau lebih. Ternyata rahasia di balik kekuatan senar pancing adalah pada benang nilon. Perlu diketahui jika nilon adalah polimer sintetik dan pertama kali tercipta di tahun 1935 oleh Wallace Carothers di pabrik kimia bernama DuPont yang ada di Amerika. Produk yang pertama diciptakannya adalah sikat gigi bulu nilon dan selanjutnya juga menciptakan stoking wanita. Nilon ini dibuat dari serangkaian unit lalu ditautkan dengan reaksi kimia peptida.

Ternyata nilon ini adalah polimer pertama yang bisa sukses dikomersilkan dan serat sintetik pertama yang sudah dibuat seluruhnya dari material anorganik mulai dari batu bara, udara dan air. Semua elemen ini tersusun jadi monomer yang beratnya molekuler rendah dan kemudian direaksikan untuk bisa membentuk rantai polimer panjang. Dengan semua material dan reaksi kimia yang dipakainya, nilon pun jadi memiliki kekuatan yang tidak terduga.

Fakta yang cukup mencengangkan adalah nilon ini ternyata bisa 10 kali lebih kuat jika dibandingkan dengan baja ketika pembuatannya dengan cara dikepang lalu ditambah bahan kimia lainnya. benang nilon ini lebih ringan serta tidak terlalu kaku jika dibanding jenis benang lain. Dengan bentuk yang begitu elastis menjadikan nilon lebih bisa mencegah kerusakan ketika memancing misalnya karena ikannya terjerat saat mencoba melepaskan diri. Nilon pada tali pancing bahkan kini dibuat dengan sangat halus sehingga ketika masuk dalam air menjadi tidak terlihat.

Meski memiliki banyak kelebihan, nilon juga punya kekurangannya sendiri dimana hanya bisa dipakai untuk 2 tahun saja. Jika sudah berusia 2 tahun lebih, umumnya akan muncul bagian lapuk lantaran termakan usia dan kemudian menjadikannya lebih mudah putus saat dipakai memancing. Jika Anda memiliki benang nilon yang sudah lapuk, ada baiknya segera dibuang demi kenyamanan dalam aktivitas memancing. Namun jangan sampai membuangnya secara sembarangan karena beresiko membuat banyak hewan liar terjerat lantaran benangnya yang begitu halus dan hampir tak terlihat. Oleh karena itu, buang pada tempat sampah setelah digulung rapi dan bungkus plastik jika perlu.

Umumnya kekuatan pada tali pancing sudah tertulis pada bungkus benangnya dengan ukuran Kgf atau Lbs. Berdasarkan penuturan para pemancing profesional, ukuran yang tertera di kemasan tali bukanlah berarti kelas atau bobot ikannya. Oleh karena itu Anda juga perlu kepandaian dalam pemilihan tali yang tepat. Misalnya saja ikan dengan bobot 10 kg ternyata sudah cukup bisa ditarik dengan tali berukuran 4 sampai 6 Kgf. Hal ini tentu tak lepas dari kekuatan benang nilon itu sendiri. itulah sedikit ulasan terkait alasan mengapa benang pada pancing bisa sekuat itu padahal bentuknya sangat tipis. Setelah Anda tahu, kini Anda tinggal membeli tali untuk pancing segera di toko online terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *